Hands On Review Sony Xperia 1: Terlalu Panjang?

Ukuran diagonal dari smartphone pada awalnya menjadi patokan yang mudah bagi kita untuk membayangkan seberapa besar suatu smartphone. Hal ini dikarenakan display aspect ratio atau rasio perbandingan antara panjang dengan lebar layar pada smartphone cenderung konsisten pada 16:9. Rasio ini merupakan rasio standar dari video modern seperti di YouTube atau TV. Dengan demikian, ketika seseorang bilang bahwa ukuran layar suatu smartphone adalah 5 inci, saya tahu smartphone tersebut cukup ringkas. Jika 5.5 inci seperti iPhone 7 Plus, saya tahu bahwa smartphone tersebut merupakan smartphone yang hanya optimal jika dioperasikan dengan dua tangan.

Namun, pada tahun 2017 Samsung mulai memperkenalkan Galaxy S8 dengan rasio layar 18.5:9. Tidak lama kemudian, muncullah LG G6 dengan aspect ratio 18:9. Lalu muncul iPhone X dengan rasio 19.5:9. Variasi aspect ratio ini membuat bayangan apakah suatu smartphone itu cukup ringkas atau tidak menjadi kabur. iPhone X, misalnya, memiliki ukuran layar 5.8 inci yang jelas terlalu besar jika aspect ratio nya 16:9. Rupanya ukuran layar 5.8 inci tersebut masih lebih ringkas dibandingkan iPhone 8 plus yang hanya 5.5 inci namun aspect ratio nya 16:9.

Sejak saat itu, saya menerima saja kalau sudah bukan saatnya lagi membayangkan ukuran smartphone dari aspect ratio nya. Saya kira pemanjangan aspect ratio hingga 19.5:9 pada iPhone X juga sudah maksimal.

Namun ternyata saya salah. Dari kesunyian, ternyata Sony merilis Sony Xperia 1 dengan aspect ratio 21:9 yang sangat, sangat memanjang.

Sony jelas punya argumen mengapa mereka menggunakan 21:9 dengan ukuran diagonal. Rasio ini merupakan rasio film modern. Monitor desktop jenis ultrawide juga rata-rata memiliki rasio yang sama. Kendati demikian, apakah ini rasio nyaman untuk dipakai untuk operasional sehari-hari?

Dalam waktu singkat saya dengan Xperia 1, ternyata tidak buruk juga. Nampaknya Sony memberikan cara agar kita bisa menarik notification tray dari atas tanpa harus membuat jempol kita (dalam operasi satu tangan) mencapai sisi teratas layar. Selain itu, bobot Xperia 1 yang cukup ringan tidak membuat Xperia 1 serasa akan jatuh ketika kita sedang memegangnya dengan satu tangan. Bayangkan juga potensi multitaskin dengan Xperia 1: Anda akan dapat membagi layar smartphone menjadi dua bagian tanpa kehilangan banyak ruang vertikal dari setiap app yang dibuka.

Apakah ini aspect ratio di masa depan? Saya sendiri kurang yakin berhubung smartphone sepanjang itu tentu akan sedikit menyulitkan ketika dimasukkan ke kantong dan duduk. Namun, bagi Anda pencinta multimedia yang gemar menonton video di smartphone, Xperia 1 mungkin bisa jadi pilihan baik dengan rasio film modern dan dukungan HDR10, meskipun sayangnya tidak ada headphone jack dan satu speaker masih menghadap ke sisi bawa smartphone.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *