Tips Mengurangi Lelah Mata karena Melihat Layar

Mungkin tanpa disadari, setiap hari kita senantiasa menatap layar entah itu pada laptop maupun pada smartphone, dari bangun hingga sebelum tidur dengan total berjam-jam lamanya. Hal ini diantaranya disebabkan oleh beralihnya fungsi barang-barang analog dalam kehidupan sehari-hari menjadi dalam bentuk digital. Kita menjadi lebih sering mencatat dengan mengetik dan tidak lagi dengan kertas notes dan kertas. Urusan transaksi dapat lebih nyaman dan cepat jika diproses secara digital. Pertemuan “tatap muka” punya alternatif lain yaitu dengan video call. Diluar yang disebutkan diatas, masih banyak lagi hal-hal yang sudah terdigitalisasi dan membuat kita terpaksa sering melihat layar sehingga mata kita menjadi lelah.

Hal yang sama juga benar-benar saya rasakan sewaktu saya berkuliah lanjut tiga tahun lalu: saya tipe orang yang kurang suka mencetak banyak kertas penelitian (paper) untuk dipelajari dan kemudian entah akan diletakkan dimana, sehingga saya mencoba sepenuhnya paperless kecuali memang kertas tersebut berisi catatan yang diberikan oleh dosen.

Dari layar ke layar lagi, ke layar lainnya

Awalnya saya kira cara saya akan berjalan mulus. Saat itu komputer saya adalah Surface Pro 3 dengan digitizer pen yang dapat mencorat-coret materi kuliah berbentuk PDF sehingga saya tidak kehilangan keuntungan penggunaan pulpen dalam mencatat. Namun, ternyata saya berhadapan dengan kendala lain dimana layar akan terasa begitu melelahkan untuk dipandang dalam jarak dekat pada saat malam hari.

Jika modernisasi menuntut kita sering melihat layar, apakah lelah mata dan segala masalah tubuh lainnya menjadi tidak terelakkan? Untungnya, terdapat beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk memitigasi efek-efek samping akibat menatap layar terlalu lama. Berikut beberapa tips berupa fisik dan digital yang mungkin dapat Anda terapkan:

1. Jaga Jarak dan Beristirahat Secara Teratur

Jika layar laptop Anda terlalu kecil hingga membuat Anda harus menatap layar sedekat mungkin, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk menggunakan layar terpisah berukuran besar. Layar besar ini membuat Anda untuk menatap layar komputer Anda dari jarak yang lebih jauh karena Anda perlu dapat melihat keseluruhan layar. Disarankan juga agar Anda beristirahat dengan aturan 20-20-20 dimana artinya setelah menatap layar 20 menit nonstop, jauhkan pandangan Anda dari layar minimal sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Adapun jarak dari mata Anda ke layar yang disarankan adalah di antara 40 cm hingga 76 cm (Sumber).

Makin besar layarnya, makin menjauh duduknya. Tentunya kita tidak perlu harus sampai sebesar punya BNPB ini, pegal juga lihatnya kalau buat pemakaian kerja pribadi.

2. Atur Pencahayaan

Beberapa orang yang saya jumpai terkadang suka menaikkan tingkat brightness pada smartphone atau laptopnya sangat tinggi agar tampilan pada layar jadi terlihat semakin oke. Padahal, selain menghabiskan lebih banyak baterai, brightness tinggi juga membuat mata lebih lelah. Aturlah brightness layar Anda pada tingkat yang pas antara kejelasan layar. Jika Anda (terpaksa) harus browsing saat hendak tidur, di kereta malam dimana lampu dimatikan, atau tempat lainnya yang serupa, tariklah brightness level pada smartphone atau laptop Anda serendah mungkin. Pengecilan brightness mungkin juga perlu Anda kombinasikan dengan tips berikutnya.

3. Night Mode

Saya sebenarnya sangat berharap fitur ini sudah menjadi standar di laptop Windows dan Android pada tahun 2014 silam, namun apa daya waktu itu belum ada fitur serupa yang mumpuni. Saya sempat menginstall software dengan fungsi serupa yaitu f.lux pada laptop saya saat itu, namun nampaknya software tersebut membuat laptop saya menjadi sering crash.

Mengecilkan brightness terkadang tidak cukup layar smartphone atau laptop yang cenderung berwarna putih masih akan mengeluarkan cahaya biru (blue light) yang membuat mata lelah dan bahkan membuat Anda sulit tidur, salah satunya karena biru identik dengan warna cerah pagi hari dan termasuk cahaya dengan frekuensi yang tinggi.

Untungnya, sekarang fitur night mode sudah menjadi di standar di smartphone terlepas variasi namanya (night light, night shift, blue light filter, dan sebagainya). Fitur ini akan membuat tampilan pada smartphone Anda menguning yang walaupun mungkin kurang enak dipandang, setidaknya layar menjadi lebih nyaman dipandang saat gelap.

Carilah pengaturan tersebut pada smartphone Anda dan jika memungkinkan, pasanglah pada notification tray sehingga Anda dapat menyalakannya secara cepat jika dibutuhkan. Sebagian besar Android juga sudah mendukung pengaturan jadwal dimana night mode akan menyala dan mati sendiri, sehingga Anda tidak perlu repot-repot menyalakannya tiap malam dan mematikannya saat bangun.

Pengaturan Night Light pada Android (Google Pixel 2)

Fitur serupa juga dapat Anda temukan di laptop dengan Windows 10 dan MacOS. Untuk Windows 10,  masuklah ke menu Settings -> System -> Display -> aktifkan Night Light. Seperti pada Android, Anda juga bisa melakukan pengaturan Night Light dengan masuk ke Night light settings.

Pengaturan Night Light pada Windows 10

4. Kacamata Komputer

Pada tahun 90an dulu kala, seringkali monitor tambun CRT (cathode ray tube) mengeluarkan cahaya yang begitu terang dengan layar yang kecil pula sehingga kita terpaksa duduk cukup dekat dengan layar. Solusi pada saat itu adalah dengan memasang filter berbentuk shade yang berfungsi untuk mengurangi cahaya berlebih dari monitor ke mata.

Kini, meskipun shade untuk layar masih ada, solusi yang sedang naik daun adalah kacamata komputer. Berbagai kacamata dengan merk seperti dari Spektrum Glasses atau Ergo kini sudah dipasarkan tidak hanya di toko online namun juga di beberapa toko kacamata pada umumnya. Kacamata ini berfungsi untuk mengurangi blue light dari layar sampai pada mata Anda.

Efektivitas kacamata komputer tergantung kepada kualitas kacamata itu sendiri. Jika memungkinkan, pastikan Anda melihat review dari kacamata yang Anda inginkan sebelum membeli.

Salah satu merk kacamata komputer (Spektrum Glasses) (Sumber)

 

 

2 Comments on “Tips Mengurangi Lelah Mata karena Melihat Layar”

  1. Tips yang bagus bagi mereka yang ‘terpaksa’ berlama-lama menatap layar elektronik (PC, laptop, hp, termasuk juga TV).
    Kalau tidak ‘terpaksa’, silakan sesering mungkin melihat pemandangan sekeliling kita, dan mulailah menikmati ‘kebebasan’ (freedom) dari elektronik.

    1. Setuju Pap, upayakan tidak lupa untuk melihat sekeliling sesekali kalau lagi bekerja di depan layar.
      Boleh dibagikan ke yang lain artikelnya sekiranya bermanfaat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *