Skin vs Case Smartphone: Pilih Mana?

Casing smartphone tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi setiap pemilik smartphone, dari level yang sangat ekonomis hingga kelas atas. Tujuan orang memakai case pun beragam dari sekedar memberikan proteksi hingga untuk memberikan sentuhan personal pada smartphone.

Namun, belakangan ini muncul lagi yang namanya skin untuk smartphone. Skin sebenarnya bukanlah hal yang baru untuk di dunia telepon seluler – pada era Blackberry pun skin sudah sempat bermunculan. Pada dasarnya, skin merupakan “stiker” yang dipasang pada smartphone, namun skin yang baik tentunya memberikan feel yang baik di tangan dan tidak menggunakan sembarang material yang dapat mengotori atau bahkan merusak permukaan smartphone Anda.

Saya pun mencoba membeli skin dari salah satu produsen skin smartphone di Indonesia yang sering muncul di iklan para YouTuber gadget yaitu Exacoat. Harga skin dari Exacoat bervariasi bergantung pada jenis smartphone, namun pada umumnya harganya berkisar pada Rp150.000 hingga Rp250.000. Adapun smartphone yang saya pakaikan skin adalah smartphone pribadi saya yaitu Google Pixel 2.

02 Case vs Skin

Google Pixel 2 setelah dipasangkan skin dari Exacoat

Saya pun mengganti case transparan dari Rinke yang telah saya pakai selama kurang lebih 3 bulan dan memasang skin dari Exacoat dan berikut impresi pertama saya:

1. Pasanglah skin dengan sangat presisi

Usahakan untuk memasang skin pada smartphone Anda dengan sangat presisi untuk menghindari celah-celah sebagaimana ditunjukkan pada foto. Mintalah tolong kepada orang yang berpengalaman jika diperlukan.

2. Feel di tangan terasa aneh

Saat pertama kali saya memegang smartphone yang telah diberi skin, akan ada sedikit rasa “aneh” pada smartphone tersebut seperti muncul sudut-sudut lancip (namun tidak terasa tajam) baru pada smartphone akibat pemasangan skin dan tekstur permukaan yang berbeda ketimbang saat tidak memakai skin. Hal ini bukanlah sesuatu yang negatif, hanya saja saya menyarankan untuk tidak langsung kecewa akibat bedanya feel karena hal ini hanya sesuatu yang membutuhkan waktu agar kita dapat terbiasa.

03 Case vs Skin

Bagian pada smartphone dengan pemasangan skin yagn tidak sempurna

Setelah memakai skin selama dua minggu, terdapat beberapa hal yang saya rasa menjadi keunggulan skin dibanding case:

1. Menambah grip pada smartphone

Jika Anda memiliki smartphone yang licin (dan mungkin juga besar), sebagaimana case, skin dapat membantu menambah kekasaran pada permukaan smartphone sehingga memperkecil kemungkinan smartphone Anda terlepas dari tangan Anda.

2. Memberikan personality tanpa menambah ketebalan

Salah satu kelemahan dari case adalah Anda harus rela membuat smartphone Anda lebih tebal. Hal ini tidak berlaku bagi skin dimana ketebalan yang ditambah nyaris tidak terasa karena tipisnya skin.

3. Tidak mengotori smartphone

Anda yang berpengalaman memakai case transparan pasti pernah melihat sisi dalam dari case Anda perlahan akan menguning. Berhubung tidak ada rongga diantara skin dengan permukaan smartphone, tidak akan ada penumpukan kotoran  pada permukaan smartphone.

4. Tidak mengganggu disipasi termal pada smartphone

Dalam kondisi ekstrem (misal: bermain game atau mengunduh file besar dengan kecepatan internet tinggi), smartphone dapat memanas dan secara alami dan secara desain semestinya panas tersebut akan terdisipasi melalui badan smartphone secara alami berhubung smartphone tidak memiliki kipas layaknya laptop (walaupun zaman sekarang sudah ada beberapa smartphone yang memiliki liquid cooling). Adanya case dapat menghambat pendinginan smartphone yang meningkatkan risiko overheating yang kemudian dapat menyebabkan smartphone perlu direstart oleh sistem.

Sejauh ini nampaknya skin oke sekali ya? Namun, bukan berarti skin tidak memiliki kelemahan sama sekali. Beberapa kelemahan dari skin antara lain adalah sebagai berikut:

1. Tidak memberikan perlindungan dari benturan

Jika Anda memprioritaskan perlindungan smartphone dari benturan seperti jatuh, skin tidak akan memberikan perlindungan apapun. Satu-satunya perlindungan yang diberikan oleh skin hanyalah perlindungan dari goresan. Oleh karena itu, jika Anda memiliki kegiatan sehari-hari dengan risiko smartphone terjatuh tinggi seperti ojek online ataupun teknisi lapangan, saya tidak menyarankan Anda memakai skin saja.

2. Agak mahal

Di zaman dimana case dari smartphone dapat seharga 50 ribu-an Rupiah saja, skin rasanya masih cukup mahal untuk mayoritas konsumen di Indonesia. Jika harga skin dapat ditekan dibawah 100 ribu Rupiah, mungkin skin dapat menjadi mainstream di kalangan pengguna smartphone.

Jadi, lebih baik beli skin atau case? Sebagaimana telah saya jabarkan diatas, semuanya bergantung kepada kebutuhan Anda. Untuk saya pribadi, saya biasanya lebih memilih tidak memakai skin ataupun case sama sekali, namun secara realistis saya butuh memasang skin atau case untuk mencegah smartphone dari kerusakan, terlebih lagi kalau smartphone tersebut merupakan investasi yang mahal untuk saya.

Demikian pengalaman saya memakai skin dan mudah-mudahan dapat bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *