Mungkin Anda (Tidak) Butuh Smartwatch

Pada akhir tahun 2013, para penggemar teknologi (belum mencapai tahap mainstream, ya) dibuat antusias dengan lahirnya kategori gadget baru yang muncul yaitu smartwatch versi modern. Saya disini bilang ‘modern’ karena sebenarnya yang namanya smartwatch sudah muncul semenjak dahulu kala seperti layaknya smartwatch yang satu ini:

…Ini juga smartwatch, kan? (Sumber: wearables.com)

Smartwatch ‘modern’ (selanjutnya disebut smartwatch saja) yang saya maksud mempunyai karakteristik khusus yaitu dapat terhubung dengan smartphone atau bahkan langsung ke internet dengan SIM sendiri, seperti halnya pada LG G Watch Urbane 2.

Saat akhir tahun 2013 tersebut, dua merk yang menurut saya paling stand out hanya ada dua, yaitu Pebble dan Samsung. Pebble mempunyai pendekatan smartwatch yang menurut saya back to basic, yaitu lebih mengutamakan notifikasi dan baterai. Sementara itu, Samsung dengan budget besarnya seolah mencoba segala hal untuk mendapatkan formula smartwatch yang cocok dengan konsumen sebagai percobaan. Saat itu, Samsung mengeluarkan Samsung Galaxy Gear yang dilengkapi dengan layar sentuh (Pebble hanya menggunakan tombol hardware untuk navigasi), mikrofon, dan bahkan sampai kamera.

Tahun 2014 merupakan tahun dimana kompetisi smartwatch mulai memanas. Google merilis Android Wear dan LG, Samsung, dan Motorola mulai mengeluarkan smartwatch pertamanya. Namun, tentu saja dunia butuh bantuan Apple untuk membuat smartwatch menjadi mainstream dengan munculnya Apple Watch.

Ironisnya, hingga kini nampaknya smartwatch belum juga menemukan jati diri yang pas untuk dapat selaku smartphone. 

Namun untuk Anda yang penasaran tentang smartwatch, saya hendak berbagi pengalaman saya setelah memakai atau setidaknya mencoba beberapa smartwatch. Mari mulai dari kelebihannya dahulu:

01

Notifikasi di Android Wear (Sumber: Phandroid)

1. Dapat mengurangi frekuensi cek smartphone

Bagi Anda yang memiliki kebiasaan sering cek smartphone, barangkali smartwatch cocok untuk Anda. Smartwatch dapat menampilkan notifikasi, cuaca, jadwal, serta beberapa info dasar lainnya pada pergelangan tangan Anda. Anda juga dapat filter notifikasi pada smartwatch untuk hal-hal yang penting saja sehingga tidak semua aplikasi akan menggetarkan smartwatch Anda dan akhirnya malah mengganggu Anda.

 

02

Samsung S Health di Gear S2 (Sumber: Samsung)

2. Fitness tracking

Sebagian besar smartwatch sudah dilengkapi dengan fitur fitness tracking mulai dari yang paling mendasar seperti step counterheart rate monitor hingga bahkan GPS sehingga Anda dapat track kegiatan lari pagi Anda tanpa membawa smartphone. Walaupun demikian, perlu diperhatikan bahwa sebagian besar smartwatch tidak dapat melakukan fitness tracking dengan akurat.

 

03

Apple Pay di Apple Watch (Sumber: ejinsight)

3. Beberapa aplikasi di smartwatch cukup berguna

Memang rasanya aneh untuk menggunakan aplikasi di smartwatch seolah smartphone tidaklah cukup – apalagi untuk hal yang seperti ini – namun beberapa aplikasi di smartwatch bisa cukup berguna untuk kegiatan sehari-hari. Beberapa hal yang cukup berguna pada smartwatch antara lain:

a. Smartwatch dengan OS Android Wear dapat menerima panggilan ‘OK Google’ untuk memasang alarm, membuat reminder, dan sebagainya.

b. Beberapa smartwatch memiliki countdown timer yang membuat smartwatch bergetar saat waktu sudah habis dan hal ini dapat sangat berguna seperti misalnya saat Anda sedang melakukan presentasi dengan waktu yang terbatas.

c. Smartwatch yang dilengkapi dengan NFC juga digunakan untuk transaksi dengan kartu debit/kredit dengan cara menyentuhkan smartwatch ke counter yang cocok. Beberapa aplikasi yang mengusung fitur ini adalah Apple Pay, Android Pay, dan Samsung Pay.

 

Dari seluruh kelebihan diatas, smartwatch ternyata masih memiliki banyak kelemahan dan beberapa diantaranya mungkin menjadi dealbreaker untuk Anda, yaitu:

 

04

Motorola Moto 360 dengan pemakaian normal perlu dicharge setiap harinya (Sumber: Tech2)

1. Usia baterai yang pendek

Tipikal baterai smartwatch pada umumnya hanya berkisar antara 2 hingga 3 hari dan setelah itu Anda perlu charge ulang smartwatch Anda. Hanya sedikit smartwatch yang menawarkan baterai hingga seminggu, dimana hingga kini yang terkenal dengan durasi aktif hingga 5-6 hari hanyalah Pebble. Selain itu, beberapa smartwatch secara default hanya dapat menyala selama sekitar 5 detik hingga akhirnya layar kembali redup demi menghemat daya.

 

05

Harga kurang terjangkau untuk sebuah produk yang ingin mainstream (Sumber: Amazon UK)

2. Mahal untuk sebuah jam dan produk yang belum mainstream

Harga rata-rata smartwatch hingga kini masih berada di atas 1 juta rupiah. Harga Android Wear dan Samsung Gear rata-rata masih diatas 2 juta rupiah, sedangkan Pebble versi 2 tahun yang lalu kini masih berada diatas 1,5 juta rupiah. Peringkat teratas smartwatch dari segi harga jatuh kepada Apple Watch yang harganya hingga kini masih diatas 5 juta rupiah.

Harga sebesar itu sangat sulit untuk dijangkau mainstream, bahkan untuk Apple yang tidak dapat bertahan lama merajai pasar smartwatch.

 

06

Tidak semuanya dapat dilakukan oleh smartwatch, terutama karena keterbatasan layar (Sumber: Android Central)

3. Pada akhirnya, mungkin Anda akan tetap melihat smartphone Anda

Beberapa orang dapat menggunakan smartwatch untuk memilah-milah mana notifikasi yang penting untuk segera direspon dan mana yang tidak, namun tidak semua orang melakukan hal tersebut. Terkadang, satu notifikasi pun (katakanlah, Instagram ‘comment’ atau Facebook ‘X posted a photo’) sudah dapat membuat Anda penasaran dan segera ingin menyalakan smartphone. Pada akhirnya smartwatch pun tidak dapat membuat Anda lebih efisien namun semakin menggebu untuk menyalakan smartphone.

 

Berdasarkan penjabaran diatas, dapat dilihat bahwa tiga kelemahan smartwatch modern saat ini sangatlah besar sehingga wajar saja jika smartwatch belum juga mainstream di tahun ketiganya.

Untuk saya sendiri, saya memilih menggunakan Pebble seri Time terutama karena baterainya yang tahan hingga satu pekan. Dari segi fitur, yang terpenting dari smartwatch bagi saya adalah dapat melihat sekilas (glance) notifikasi yang masuk untuk membedakan mana yang penting dan yang tidak dan Pebble melakukan ini dengan baik. Selain itu, saya juga tidak menggunakan fitur fitness selain step counter (yang sebenarnya tidak terlalu akurat juga).  Material Pebble Time yang terbuat dari plastik juga terasa ringan dan tidak mengganggu. Oleh karena alasan-alasan tersebutlah saya sudah menggunakan Pebble lebih dari setahun.

Namun, jika tidak ada smartwatch, maka tidak akan ada perubahan signifikan dari pola hidup saya. Tidak seperti smartphone, industri smartwatch masih sangat perlu perjuangan. Salah satu indikatornya dapat diliaht pada berita kemarin bahwa usia Pebble mungkin tidak lama lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *