Komputer untuk Orang Tua

Perkembangan di dunia komputer belakangan ini tidak hanya soal power, namun juga pada penyesuaian dengan target pengguna. Beberapa komputer seringkali dibuat khusus untuk target pasar tertentu tidak hanya secara spesifikasi hardware, namun juga pada desain dan software.

Untuk anak-anak, misalnya, terdapat beberapa model tablet yang dikhususkan untuk anak-anak yang dapat diidentifikasi dari pilihan warna serta software-nya yang memiliki tema cerah dengan kartun lucu. Untuk para profesional, terdapat jajaran piranti berwarna hitam atau silver metalik seperti pada laptop seri ThinkPad dari Lenovo atau seri Latitude dari Dell serta tambahan pada fitur-fitur keamanan. Untuk anak muda (atau general consumer), terdapat laptop-laptop dengan beberapa pilihan warna (biasanya 2 atau 3 pilihan) serta spesifikasi yang menunjukkan ‘serba bisa namun tidak benar-benar unggul dalam satu hal’.

Samsung Galaxy Tab 3 7.0 Kids (Sumber: Laptop Magazine)

Lenovo ThinkPad (Sumber: Lenovo)

Laptop Asus jajaran mainstream (atau ‘multimedia’, atau ‘general consumer’, dan sejenisnya) (Sumber: Tabloid Laptop)

Suatu ketika, Anda ingin membelikan orang tua Anda sebuah laptop. Berdasarkan penjelasan diatas, tentu di pasaran sudah begitu banyak jenis komputer dengan berbagai target pasar sehingga semestinya Anda tidak akan kesulitan untuk mencari komputer yang benar-benar pas. Namun sayangnya, berdasarkan pengamatan saya, hampir tidak ada laptop yang khusus diperuntukkan bagi orang tua, baik secara advertising, tampak luar, maupun spesifikasi.

‘Orang tua’ – dengan segala hormat –  yang saya maksud disini adalah yang sudah berusia lanjut dan tidak full time bekerja secara profesional. Mereka mungkin masih punya bisnis kecil-kecilan sehingga membutuhkan komputer untuk menulis surat-surat, membuat spreadsheet untung rugi bisnis secara sederhana, serta mengirimkan email.

Sebagian besar dari waktu mereka dihabiskan di rumah, sehingga komputer tersebut menjadi penting sebagai alat kerja utama karena tidak ada ‘komputer kantor’. Mereka tidak menjalankan program-program berat seperti tenaga ahli lainnya – kombinasi program yang sering mereka gunakan mungkin hanyalah Microsoft Office serta browser.

Selain untuk bekerja, komputer tersebut juga digunakan untuk berbagai hal lainnya. Tidak sedikit orang tua yang saya temui juga membaca berita secara online, menonton film, ataupun menggunakan Skype untuk berkomunikasi dengan anak-anak mereka.

Seperti yang telah saya sampaikan di atas, hampir tidak ada komputer yang didesain khusus secara tampilan maupun spesifikasi sehingga akan sulit untuk mencari komputer yang pas jika kita hanya melihat apa yang ada di pasaran. Oleh karena itu, kriteria komputer untuk orang tua perlu dilihat secara case penggunaannya. Berikut adalah beberapa kriteria yang saya sarankan.

Komputer untuk orang tua hendaknya mudah untuk digunakan. Secara umum, laptop dan tablet pada era Windows 10 dan Android 6.0 kini sudah cukup mudah digunakan, namun terkadang penambahan fitur-fitur sedikit menambah kompleksitas dalam penggunaanya. Hal tersebut sebenarnya bukanlah nilai negatif selama Anda bersedia mengajarkan mereka dan akan saya bahas nanti.

Laptop berlayar sentuh seperti Acer One 10+ dapat memberikan pengalaman browsing yang lebih intuitif, namun di sisi lain menambah kompleksitas penggunaan karena banyaknya cara input ke komputer (Sumber: pcponsel)

Komputer tersebut pun hendaknya tahan lama dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Jika Anda memilih untuk memberikan laptop, laptop tersebut hendaknya cukup ringan untuk dibawa kemanapun orang tua Anda pergi. Anggaplah laptop tersebut sebagai ‘tablet’, dimana baterai yang tertanam di laptop tersebut tahan lama serta mungkin tidak setiap hari di-charge, tidak terlalu berat, serta cukup cepat untuk dinyala-matikan.

02

Laptop yang tipis, ringan dan cepat di startup/shutdown akan lebih nyaman untuk diandalkan dan dibawa kemana-mana

Khusus laptop, hendaknya layar yang ada tidak memiliki resolusi yang terlalu tinggi. Mengapa demikian? Hal ini untuk menghindari tampilan teks dan icon yang terlalu kecil sehingga sulit dibaca atau diklik. Memang benar ada fitur scaling di Windows sehingga laptop dengan resolusi sangat tinggi seperti seri Surface dari Microsoft pun dapat menampilkan teks dan icon dalam ukuran yang pas, namun sayangnya untuk saat ini tidak semua software yang ada mendukung scaling tersebut. Layar dengan resolusi HD (misalnya 1366 x 768) sebenarnya sudah cukup. Sebagai nilai tambah lainnya, layar resolusi rendah dapat menghemat pemakaian daya laptop. Itulah sebabnya Macbook Air hingga kini pun punya resolusi layar yang relatif rendah sehingga tahan hingga 10 jam lebih.

04

Display resolusi tinggi tanpa (atas) dan dengan (bawah) scaling

Memilih Tablet

Jika orang tua Anda tidak berbisnis sehingga tidak membutuhkan Microsoft Office atau sejenisnya, kemungkinan besar tablet lebih baik untuk mereka. Tablet hingga kini pun masih kurang dapat diandalkan untuk urusan produktivitas. Memang betul kini sudah tersedia Office untuk Android dan iPad serta sudah ada teknologi wireless printing, namun untuk saat ini hal-hal tersebut belum terlalu lazim di tingkat rumahan di Indonesia. Selain itu, dukungan USB berukuran penuh untuk flash disk pada tablet seringkali tidak ada, sementara bisa jadi flash disk tersebut merupakan tempat penyimpanan data utama mereka dalam berbisnis.

Pasar tablet barangkali menjadi pertimbangan terbesar jika Anda berniat untuk memberikan tablet. Penjualan tablet terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun sehingga pilihan tablet di pasar tidak sebanyak dulu. Penurunan ini, selain diakibatkan oleh penurunan permintaan tablet di pasar, juga diakibatkan oleh mulai maraknya laptop ringkas dan murah serta menjamurnya smartphone berukuran besar. Akibatnya, relung pasar yang ditempati tablet pun semakin lama semakin kecil sehingga tablet pun mulai berganti orientasi menjadi pengganti laptop seperti Microsoft Surface Pro, Apple iPad Pro, Huawei MateBook, dan sebagainya.

07

Microsoft Surface Pro (kiri) dan Apple iPad Pro (kanan). Keduanya merupakan tablet berukuran sangat besar (diatas 12 inci) dan dimaksudkan untuk menggantikan laptop (Sumber: PCMag)

Jika Anda tetap memilih tablet, saya pun menyarankan agar Anda tetap memilih tablet yang cukup premium agar dapat digunakan secara lancar. Di Indonesia, iPad Air generasi pertama kondisi baru kini tersedia dengan harga 6 juta-an dan kondisi bekas sekitar 4 juta-an. Penawaran dari serupa dari Samsung, Galaxy Tab S2, memiliki harga yang hanya sedikit lebih murah dari iPad Air yaitu di 5 juta-an dalam kondisi baru. Xiaomi dengan MiPad nya juga menjadi pilihan yang atraktif dengan harganya yang masih berkisar 3 juta-an. Diluar ketiga merk tersebut, masih ada beberapa merk yang bertahan di pasaran tablet seperti Lenovo dan Asus, namun sejauh ini saya tidak menemukan tablet yang cukup sesuai untuk orang tua disini karena terlalu banyak kompromi terhadap kriteria yang telah ditetapkan diatas.

Xiaomi MiPad (Sumber: NDTV)

Memilih Laptop

Sebaliknya, pilihan di pasaran laptop kini lebih lega dan harga yang diberikan dari tiap laptop itu pun lebih mudah terjustifikasi. Hal tersebut dikarenakan laptop dapat melakukan hampir semua yang dapat dilakukan tablet ditambah bentuknya yang lebih cocok untuk keperluan produktivitas dengan berat yang sudah tidak jauh berbeda dengan tablet.

Pada kisaran harga dibawah 4 juta, menurut saya laptop kecil (13 inci ke bawah) manapun pada tahun produksi 2014 keatas (untuk menjamin bahwa prosesor yang digunakan adalah prosesor terkini dengan efisiensi tinggi, karena tren semenjak 2013 secara umum adalah efisiensi) akan cocok untuk keperluan orang tua Anda. Saya akan membahas beberapa laptop yang berada di pasaran, yaitu HP Stream 13, Lenovo 300S, Acer One 10+, serta Asus Transformer T100A. Spesifikasi dari tiap laptop tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

05a

Secara pribadi, saya hanya memiliki pengalaman menggunakan HP Stream 13 (versi lebih besar dari 11, namun untuk spesifikasi sisanya hampir sama) dan ASUS Transformer T100TA, sehingga untuk Lenovo 300S dan Acer One 10 akan saya review berdasarkan spesifikasi saja.

HP Stream

Meskipun produk tahun 2014, menurut saya HP seri Stream mungkin satu-satunya laptop dalam bentuk standar dengan spesifikasi ‘kekinian’, terutama setelah melihat penyimpanannya yang hanya 32 GB. Pengguna akan dipaksa sering-sering menggunakan penyimpanan di cloud atau penyimpanan eksternal, termasuk pada saat upgrade Windows. Di luar negeri, laptop dengan spesifikasi mirip seperti HP Stream cukup banyak, namun tak banyak yang masuk ke Indonesia – mungkin karena secara infrastruktur Indonesia belum benar-benar bisa cloud-ready.

Lenovo 300S

Lenovo 300S nampak seperti HP Stream dengan penyimpanan lebih konvensional plus engsel layar yang bisa diputar 360 derajat. Dari spesifikasi juga diketahui berat 300S sedikit lebih berat serta harganya sedikit lebih mahal. Prosesor pada Lenovo 300S juga lebih cepat dari HP Stream (dan lebih cepat pula dari dua laptop lainnya), namun prosesor bukanlah satu-satunya penentu kecepatan laptop – saya akan bahas ini nanti. Perbandingan prosesor dapat dilihat disini.

Acer One 10 (S1002) dan ASUS Transformer T100TA

Acer One 10 (S1002) dan ASUS Transformer T100TA punya spesifikasi yang sangat mirip. Perbedaan yang mencolok terdapat pada adanya kamera depan serta penggunaan prosesor yang sedikit lebih lambat (tidak signifikan) pada Acer One 10. Kedua laptop ini juga memiliki layar yang lebih kecil dari HP Stream 11 dan Lenovo 300S yaitu hanya 10 inci.

Pilih yang mana?

Jika harus memilih (untuk diberikan kepada senior, tentunya), saya akan memilih H.P Stream 11 dengan beberapa alasan:

1. HP Stream 11 adalah laptop yang paling murah dibanding 3 laptop lainnya, namun tidak berarti yang terburuk – justru mungkin sebaliknya sebagaimana dijelaskan pada poin 2, 3, dan 4.

2. Penyimpanan eMMC, walaupun paling kecil kapasitasnya, memiliki kecepatan yang sedikit lebih baik dibandingkan HDD seperti pada Lenovo 300S, sehingga laptop pun dapat dinyala matikan dengan lebih cepat. Jika saya ingin lebih banyak menyimpan data, masih terdapat slot MicroSD pada laptop tersebut. External harddisk atau bahkan flashdisk pun dapat digunakan jika perlu.

3. HP Stream cukup sederhana tidak punya banyak gimmick seperti layar sentuh ataupun layar yang dapat dilepas, sehingga – dari pengamatan saya – memiliki build quality yang paling kokoh dibanding 3 laptop lainnya. Dengan demikian, akan lebih mudah untuk mengajarkan orang tua saya bagaimana cara menggunakan laptop tersebut.

4. Baterai. Saya sengaja tidak memasukkan spesifikasi baterai pada tabel karena pengurasan baterai pada laptop dipengaruhi oleh banyak hal sehingga saya menggunakan data hasil uji reviewer saja. Didapat bahwa baterai HP Stream 11 dapat mencapai 5 hingga 6 jam dalam pemakaian standar. Untuk pemakaian bisnis kecil-kecilan, saya rasa baterai HP Stream akan tahan lebih lama, terlebih lagi tidak ada layar sentuh yang dapat menguras baterai.

Tentunya sangat saya sarankan Anda untuk mencoba dahulu sebelum membeli karena ada beberapa hal yang sulit untuk dijelaskan dalam spesifikasi seperti kenyamanan keyboard, responsivitas trackpad (HP Stream kurang baik untuk hal ini), kualitas layar, dan hal-hal lainnya. Pada akhirnya, bisa jadi pilihan Anda jatuh ke laptop yang tidak sama dengan pilihan saya dan tentu saja itu sangat fair, karena laptop pun selera pribadi.

Penutup

Memilih spesifikasi komputer untuk orang tua mungkin tidak semudah memilih laptop untuk anak-anak, mahasiswa, ataupun profesional dimana sudah banyak model yang khusus dibuat untuk target-target pasar tersebut. Dengan demikian, pemilihan laptop harus berdasarkan penggunaan orang tua Anda dan menurut saya pribadi, semakin sederhana komputer tersebut maka semakin baik dan hindari membayar lebih untuk mendapatkan gimmick yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

Namun diatas segala spesifikasi laptop, bagi saya pada laptop untuk orang tua yang paling penting adalah kesediaan Anda untuk menyiapkan komputer tersebut hingga 100% siap pakai. Pastikan semua software yang dibutuhkan sudah terinstall, semua driver untuk piranti luar seperti untuk printer sudah up to date, browser sudah siap pakai, dan sebagainya, sehingga orang tua Anda tinggal memakai laptop tersebut dan – seperti kata Steve Jobs – it’s just works.

(Sebagai tambahan, jangan lupa untuk selalu bisa menjadi tech support keluarga, hehe)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *