Teknologi untuk Membantu Tesismu

00-Thesis

Tesis. Pertempuran di akhir masa kuliah sebagian besar program S2 ini akan menguras waktu dan tenaga Anda untuk menyempurnakan sebuah laporan (kecuali jurusan Anda adalah seni, misalnya, yang tidak butuh laporan) agar Anda dapat lulus kuliah. Walaupun sekilas nampak serupa dengan skripsi atau tugas akhir mahasiswa S1, menulis tesis jauh lebih menantang karena bersifat riset (agar jelas, skripsi pun bisa berbentuk riset, namun tak semuanya demikian) yang di pikiran kita hasilnya bisa antara sangat berguna atau tidak berguna sama sekali (ini sekedar di pikiran, lho, karena saya yakin tidak ada suatu usaha yang benar-benar sia-sia). Terkait dengan perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi, saya menemukan blog yang cukup baik untuk dibaca.

Selama saya mengerjakan tesis setahun yang lalu, saya mendapatkan banyak tips dari supervisor saya tentang bagaimana cara membuat paragraf yang bagus, berapa banyak gambar yang perlu saya masukkan, dan berbagai hal lainnya yang mengarah kepada konten. Tips-tips serupa juga mungkin sering Anda temui di tempat atau orang lain, seperti di internet atau dari para senior yang sudah pernah mengerjakan tesis.

Pada tulisan kali ini pun saya akan berbagi tips untuk tesis. Bedanya, saya akan membatasi pada penjabaran beberapa teknologi berupa fasilitas, perangkat keras, dan perangkat lunak yang mudah-mudahan dapat membantu Anda dalam mengerjakan tesis atau riset ilmiah lainnya. Apa sajakah itu? Mari kita lihat:

2 Science Direct

1. Ketahui akses eksklusif kampus Anda

Seringkali kita suka tidak terlalu mengindahkan fasilitas yang tersedia di kampus. Sederhananya, misalnya, berapa banyak dari kita yang dapat memaksimalkan fasilitas perpustakaan di kampus? Hal ini mungkin terdengar sepele berhubung pada zaman sekarang kita bisa mengunduh segala macam e-book atau bahkan perangkat-perangkat lunak (yang bisa jadi tidak asli), sehingga keperluan kita untuk ke memanfaatkan fasilitas kampus pun semakin berkurang.

Ketika saya berkuliah di luar negeri, fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa bisa dibilang luar biasa banyaknya dan saya bersyukur karena bisa tahu semua fasilitas yang ada tidak terlalu lama setelah mulai berkuliah. Untuk keperluan tesis, misalnya, saya mendapatkan akses pada library jurnal-jurnal online seperti Science Direct dimana saya dapat mengunduh jurnal yang ada sesuka hati (walaupun konon katanya ada batas unduhan per harinya). Layanan ini berbayar, namun jika Anda login dengan identitas kampus Anda, kemungkinan Anda dapat mengakses jurnal-jurnal tersebut. Umumnya, semakin terkenal kampusnya, maka semakin besar pula aksesnya.

Diluar jurnal, kampus juga seringkali menyediakan fasilitas-fasilitas untuk komputer Anda berupa perangkat lunak dari yang umum seperti MATLAB (perangkat lunak untuk pemrograman kalkulasi), Microsoft Office, Windows, AutoCAD hingga yang spesifik pada jurusan tertentu seperti ArcGIS (untuk pemetaan) dan ANSYS (untuk analisis struktur). Jadi, ketika ada program induction di kampus Anda, simak baik-baik ya, hehe.

1 Mendeley

2. Mendeley atau EndNote

Salah satu hal yang cukup merepotkan pada saat mengerjakan tesis adalah soal menuliskan referensi. Referensi pada laporan tesis harus mengikuti kaidah yang ada, entah itu kaidah Harvard, APA, atau lainnya. Urutan penulisan penulis (author), tahun penerbitan, judul buku/laporan/bentuk pustaka lainnya, nama penerbit, kota, dan sebagainya perlu disusun sedemikian rupa dan cukup memakan waktu.

Untungnya, ada solusi teknologi yang cukup membantu untuk menyelesaikan hal ini. Beberapa perangkat lunak seperti Mendeley atau EndNote dapat mengekstrak komponen-komponen yang dibutuhkan untuk menulis referensi dan menyusunnya untuk Anda dengan cara drag and drop file yang akan dituliskan referensinya atau dengan mencari pada library referensi yang sudah ada. Anda tinggal drag file tersebut ke Mendeley, misalnya, lalu perangkat lunak akan memberikan penulisan referensi tersebut untuk Anda. Praktis, kan?

Selain untuk membuat penulisan referensi, Mendeley atau EndNote juga dapat menyimpan file-file yang Anda masukkan ke dalam library Anda sehingga Anda dapat mengaksesnya dimana saja.

Sedikit tips tambahan, walaupun perangkat lunak yang ada untuk menuliskan referensi pada umumnya dapat bekerja dengan baik, selalu cek ulang penulisan referensi yang sudah di-generate oleh perangkat lunak tersebut. Terkadang perangkat lunak tidak dapat mengambil seluruh komponen penulisan referensi dengan baik, terlebih jika file yang Anda ekstrak kurang dikenal atau formatnya tidak lazim.

Alamat:

www.mendeley.com

www.endnote.com

20150827_092255_HDR

3. Dua layar (atau lebih)

Pada masa kini, sebagian besar mahasiswa sudah tidak lagi memiliki desktop dan hanya memiliki satu laptop untuk mengerjakan semua tugasnya, baik dari tugas-tugas kecil, belajar, hingga mengerjakan tesis. Bentuk laptop yang ringkas memudahkan mahasiswa untuk mengerjakan pekerjaannya dimanapun ia mau, namun ini bukan berarti laptop adalah solusi dari segalanya.

Layar laptop cenderung kecil sehingga cukup melelahkan untuk membaca sesuatu dalam jangka waktu panjang. Rasio layar 16:9 pada sebagian besar laptop, menurut saya, masih kurang sesuai untuk mengerjakan segala pekerjaan yang melibatkan banyak membaca. Saya seringkali kehabisan tempat pada layar saat saya ingin merangkum isi dari sebuah paper pada file Word, dan terkadang melakukan switching dengan Alt+Tab pada laptop cenderung merepotkan.

Oleh sebab itulah, jika Anda memiliki budget yang cukup, belilah satu atau dua monitor tambahan untuk memperlebar atau memindahkan tampilan pada laptop Anda. Monitor tersebut tidaklah harus yang mahal – cukup dengan resolusi minimal 1366×768 atau bahkan Full HD. Monitor bekas pun masih oke dan tentunya Anda dapat menjualnya kembali tanpa kehilangan banyak uang setelah selesai memakainya.

4 Data

4. Kaitkan data-datamu

Sepintar-pintarnya kita, rasanya tak mungkin bila kita dapat mengerjakan tesis tanpa satu pun revisi dalam prosesnya. Proses revisi ini bisa jadi sangat banyak memakan waktu yang sebenarnya dapat Anda gunakan untuk mengerjakan hal lain seperti membaca materi baru (atau setidaknya, istirahat karena lelah mengerjakan tesis). Oleh karena itu, milikilah workflow yang baik dan rancang sebaik mungkin segala file buatan Anda (misalnya, segala rumus di Microsoft Excel) untuk mudah direvisi.

Salah satu trik yang paling sering saya gunakan adalah membuat grafik-grafik yang saya buat di Excel terhubung pada Word atau PowerPoint, sehingga setiap kali saya meng-update data di Excel, saya cukup update grafik di Word atau PowerPoint dengan cara masuk ke menu File -> Info -> Edit links to Files (untuk Microsoft Office 2013 atau lebih baru lagi) dan grafik pun akan diupdate pada Word atau PowerPoint tanpa harus memformatnya kembali.

3 OneDrive

5. Sinkronisasi Cloud

Saat ini, mungkin semua orang yang mengerjakan pekerjaan besar seperti tesis pasti memiliki backup pada media fisik seperti external hard disk atau flash disk milik mereka. Layanan penyimpanan di cloud seperti Dropbox, Google Drive, dan OneDrive (atau bahkan email, dengan cara menyimpan di draft) juga sudah cukup sering digunakan. Untuk pekerjaan seperti tesis, semakin banyak media penyimpanan maka keamanan data pun relatif semakin baik.

Namun, tidak semua orang melakukannya dengan rutin. Saya sendiri (karena kurang rajin, hehe) hanya melakukan backup ke external hard disk seingat saya saja – mungkin sekitar satu minggu sekali – karena saya memiliki metode tersendiri untuk melakukan backup pada file-file saya dan yang saya gunakan hanyalah fasilitas yang sudah ada di komputer saya.

Saya biasanya menyimpan seluruh file tesis saya di OneDrive dan mengaktifkan fitur Sync, dimana setiap kali file saya mengalami perubahan (misalnya diedit lalu disave), maka OneDrive akan melakukan backup secara otomatis ke internet. Pada kondisi terburuk, misalnya jika tas saya dicuri sementara saya membawa laptop dan harddisk, saya masih dapat mengakses file-file tersebut. Backup dengan metode ini sangat berguna terutama jika Anda memiliki koneksi internet dengan kecepatan upload yang besar.

Fitur Sync seperti ini juga dapat ditemui pada Google Drive atau Dropbox untuk desktop. Jika Anda kurang nyaman jika komputer secara otomatis melakukan sinkronisasi ke cloud, Anda juga bisa melakukan sinkronisasi secara manual dengan beberapa klik. Untuk OneDrive, misalnya, Anda tinggal klik kanan pada folder OneDrive di komputer Anda dan klik Sync.

Alamat:

onedrive.com

drive.google.com

dropbox.com

5 Grammarly

6. Grammarly

Beberapa universitas di Indonesia kini sudah mewajibkan penggunaan Bahasa Inggris pada tesis mahasiswa mereka. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa (walaupun saya menyambut baik penggunaan bahasa Inggris ini) di Indonesia. Mahasiswa di luar negeri pun tidak terkecuali untuk hal ini, bahkan umumnya penggunaan bahasa Inggris untuk tesis di universitas luar negeri mereka dituntut untuk lebih mendekati sempurna.

Di luar negeri, tak sedikit mahasiswa asing yang memanfaatkan jasa proofreading yaitu jasa koreksi bahasa Inggris pada tesis terutama tata bahasa (grammar). Sayangnya, jasa ini tidaklah murah – di UK, misalnya, biaya untuk proofreading saat ini adalah 6,75 poundsterling per 1000 kata (proofers.co.uk). Tesis di UK rata-rata menghabiskan 5000 hingga 7000 kata yang artinya setidaknya kita perlu mengeluarkan 33,75 poundsterling atau kurang lebih setara dengan 675.000 rupiah. Bagi yang memang memiliki dana untuk itu tentunya tidak masalah, namun jika kita perlu sering menggunakan jasa proofreading tentunya Anda akan mengeluarkan uang berkali-kali. Terlebih lagi, butuh 1 hingga 2 hari dari proofreader untuk memeriksa laporan kita secara keseluruhan.

Jika Anda merasa kurang cocok dengan jasa proofreading namun Anda perlu ketepatan dalam bahasa Inggris, kini ada alternatifnya. Grammarly menyediakan jasa pengecekan tata bahasa yang berbasis web atau aplikasi di desktop, dimana Anda cukup copy and paste tulisan Anda ke Grammarly lalu Grammarly akan menunjukkan kesalahan-kesalahan Anda. Keren, bukan?

Paket gratis Grammarly dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang bersifat umum atau kritis seperti penggunaan past, present, dan future tense, sedangkan versi premiumnya dapat memeriksa lebih mendalam hingga memberikan rekomendasi seperti rekomendasi pengaturan kata-kata.

Grammarly merupakan salah satu solusi yang cukup baik. Walaupun demikian, untuk penulisan ilmiah, menurut saya hal terbaik yang Anda bisa lakukan agar adalah meminta seseorang yang cukup dekat dengan Anda dan berpengalaman dalam penulisan ilmiah serta fasih bahasa Inggris untuk mengoreksi pekerjaan Anda.

Alamat: www.grammarly.com

7 flux

7. f.lux

Seperti penggunaan dua layar monitor, poin terakhir yang ingin saya sampaikan ini tidak terkait pada konten namun lebih kepada ergonomi. Perangkat lunak yang bernama f.lux ini mungkin tidak akan mempermudah Anda dalam mengisi konten laporan atau sebagainya, namun ia memiliki peran yang cukup penting. Apakah itu?

Secara sederhana, f.lux akan menyesuaikan warna pada layar komputer Anda sesuai dengan waktu agar layar lebih tidak melelahkan untuk Anda. Di malam hari, misalnya, cahaya warna biru akan banyak berkurang dan layar komputer Anda pun akan menguning. Hal ini akan memudahkan Anda dalam bekerja di malam hari dimana cahaya alami dari matahari sudah tidak ada dan sinar warna biru dapat menyakitkan mata bila Anda membaca di malam hari. Ini merupakan alasan yang sama mengapa beberapa ruangan rumah dan cahaya lampu sorot mobil seringkali dipasang warna kuning.

Alamat: https://justgetflux.com/

Barangkali demikian yang dapat saya sampaikan. Perlu diingat bahwa teknologi ada untuk memudahkan, namun kualitas dari tesis itu sendiri tentu kembali ke Anda. Mengerjakan tesis memang tidak mudah. Namun percayalah, dalam pembuatannya akan banyak pelajaran berharga yang sulit Anda dapatkan di tempat lain.

Selamat berkarya!

Punya komentar atau tambahan tips lainnya? Silakan komentar di post ini dan mari memperkaya ilmu satu sama lain 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *